Keteladanan Thalhah bin Ubaidillah (Sahabat Rasulullah SAW)

Pada awal keislamannya Thalhah sudah menghadapi ujian atas keislamannya. Setelah menyatakan keislamannya di hadapan Rasulullah, Thalhah dan Abu Bakar ra. di tengah jalan mereka dicegat oleh Nofal bin Khuwalid, tokoh kaum Quraisy yang terkenal kejam dan bengis.  Nofal kemudian memanggil gerombolannya untuk menangkap mereka. Ternyata Thalhah dan Abu Bakar tidak hanya ditangkap saja, mereka diikat dalam satu tambang. Semua itu dilakukan Nofal sebagai siksaan atas keislaman Thalhah.

Thalhah adalah seorang lelaki yang gagah berani, tidak takut menghadapi kesulitan, kesakitan dan segala macam ujian lainnya. Beliau orang yang kokoh dalam mempertahankan pendirian. Sewaktu perang Badar, Thalhah tidak ikut bertempur di medan perang karena pada waktu itu ia diberi tugas khusus oleh Rasulullah SAW sebagai pengintai kafilah Quraisy yang tengah menuju daerah Alhaura. Sebaliknya pada perang Uhud, Thalhah ikut ambil andil terjun langsung melawan bangsa Quraisy. Seperti yang kita ketahui perang Uhud bagi bangsa Quraisymerupakan tindak balas atas kekalahannya sewaktu perang Badar. Semua musyrikin berusaha mencari Rasulullah SAW. Namun demikian kaum muslimin melindungi Rasulullah SAW. Mereka melindungi baginda Rasulullah SAW dengan tubuhnya dan dengan segala daya. Mereka rela terkena sabetan, tikaman pedang dan anak panah. Tombak dan panah menghujam mereka, tetapi mereka tetap bertahan melawan kaum musyrikin Quraisy. Salah satu diantara mujahid yang melindungi nabi SAW dengan tulus ikhlas adalah Thalhah. Beliau berperawakan tinggi kekar. Thalhah ayunkan pedangnya ke kanan dan ke kiri dan melompat ke arah Rasulullah yang tubuhnya telah berdarah. Dipeluknya tubuh baginda dengan tangan kiri dan dadanya. Sementara pedang yang ada di tangan kanannya diayunkan ke arah lawan yang mengelilinginya seperti laron yang tidak mempedulikan maut.

Itulah sekilas uraian tentang keteguhan dan pengorbanan Thalhah melindungi Rasul-Nya. Thalhah memang merupakan seorang pahlawan dalam barisan tentara perang Uhud. Ia siap berkorban membela Nabi SAW dengan keimanan yang teguh dan keikhlasan pada agama Allah. Begitulah Thalhah bin Ubaidillah. Beliau juga merupakan salah seorang dari kaum muslimin yang kaya raya, tapi pemurah dan dermawan.

Sewaktu terjadi pertempuran “Al Jamal”, Thalhah bertemu dengan Ali ra. Ali memperingatkannya agar Thalhah mundur ke barisan paling belakang. Sebuah panah mengenai betisnya maka dia segera dipindahkan ke Basra dan tak berapa lama kemudian karena lukanya yang cukup dalam, ia wafat. Thalhah wafat pada usia enam puluh tahun dan dikubur di suatu tempat dekat padang rumput di Basra

Sejak awal keislamannya hingga akhir hidupnya, Thalhah tidak pernah mengingkari janji. Janjinya selalu tepat. Beliau juga dikenal sebagai orang jujur, tidak pernah menipu apalagi berkhianat.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: