Aku dan Ekonomi Islam

            Dewasa ini, banyak ilmu pengetahuan tergambar berasal dari bangsa Barat. Pengadaptasian suatu teknologi pun disesuaikan dengan kondisi lingkungan Barat. Semua serba condong ke budaya dan  pemikiran bangsa tersebut. Padahal sebelum masehi, Islam yang terlebih memperkenalkan hal itu semua. Tokoh-tokoh Islam menjadi penemu perdana hampir seluruh pengetahuan maupun dasar-dasar ilmu. Melihat kondisi dunia saat ini, penentu setiap kebijakan selalu jatuh pada negara Barat, sebut saja Amerika. Perekonomian dunia, pengadaptasian sistem ekonomi Amerika yg menjadi landasan.

            Perekonomian bukan berasal dari suatu politik semata, yang Islam tidak dapat melingkup di dalamnya. Memang saat ini perekonomian kapitalisme  banyak berkembang di perbankan. Namun demikian, jika kita ingin menelusurinya, kapitalisme hanya terfokus pada pengambilan keuntungan yang sebesar-besarnya. Padahal dalam Al-quran dijelaskan bahwa kita tidaklah boleh melakukan apapun secara berlebihan. Selain itu, ekonomi kapitalisme juga tergambarkan tidak adanya tanggung jawab moral. Tidak hanya dalam Islam saja, saya yakin disetiap agama pun rasa tanggung jawab moral haruslah ada dalam setiap tindakan yang telah atau akan kita lakukan.

            Setiap muslim pastinya ingin mengikuti ajaran yang telah diperintahkan oleh Nya dengan baik, termasuk diri ini. Adanya ekonomi Islam yang mulai diaplikasikan kembali pada jaman ini akan menjadi salah satu cara untuk membangkitkan kembali semangat Islam. Ekonomi Islam bagi saya lebih menuju kepada dimensi ibadah. Di mana ekonomi dalam Islam mampu memberikan rasa tanggung jawab moral seperti kesejahteraan bagi seluruh masyarakat, memberikan rasa adil, kebersamaan serta dapat memberikan kesempatan kepada setiap individu/ kelompok dalam usaha.

            Ekonomi Islam juga mengharamkan bunga, yang  juga menjadi faktor keuntungan dalam ekonomi kapitalisme. Islam sangat mengharamkan kegiatan riba. Dalam Al Qur’an surat Al Baqarah ayat 275 disebutkan bahwa “Orang-orang  yang makan (mengambil) riba tidak dapat berdiri melainkan seperti berdirinya orang  yang kemasukan syaitan lantaran (tekanan) penyakit gila. Keadaan mereka yang demikian itu, adalah disebabkan mereka berkata (berpendapat), sesungguhnya jual beli itu sama dengan  riba, padahal Allah telah menghalalkan jual beli dan mengharamkan riba”. Memang sebenarnya ekonomi Islam tidak kalah untuk bisa disandingkan dengan ekonomi kapitalisme, karena jelas ekonomi Islam mengatur setiap perilaku dalam system ekonomi untuk selalu dapat memberikan manfaat.

Sempat berantaknya ekonomi global memperjelas kepada dunia bahwa perlu adanya tindakan perombakan  struktural dalam sistem ekonomi, khususnya sistem finansial global. Dengan berlangsungnya  krisis perbankan, sistem finansial syariah dapat menjadi langkah awal untuk bersanding dengan kapitalisme. Jika kapitalisme menerapkan sistem bunga,  sistem finansial syariah juga mempunyai sistemnya sendiri yang lebih bermanfaat, yaitu penerapan pembagian keuntungan dan pemilikan bersama. Sistem yang didasarkan pada prinsip Islam menawarkan alternatif yang dapat mengurangi berbagai risiko.

4 Comments (+add yours?)

  1. F
    Mar 16, 2013 @ 20:16:41

    dari kemarin nulis, eh ngetik ini ternyata. bagus ky🙂

    Like

    Reply

  2. F
    Mar 19, 2013 @ 01:20:34

    dikasih see more, atau read more ky biar lebih menarik, hehe. cuman saran lho. jadinya kan ga cuman buka halaman depan doang.

    Like

    Reply

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: